Tentang Budaya
Provinsi
Jawa Barat
Ibu Kota
Bandung
Bahasa
Sunda
Budaya
Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh & Ditepungkeun

Apa itu Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh?
β Penjelasan singkat: Filosofi ini adalah tiga pilar utama kehidupan masyarakat Jawa Barat yang menjadi landasan dalam berinteraksi dengan sesama. Secara harfiah, ketiganya berarti saling mengasah (mencerdaskan), saling mengasihi, dan saling membimbing.
Kaitan dengan drama
1. Silih Asah (Saling Mencerdaskan/Mengingatkan) Gaby dan warga mengingatkan Shae tentang rumor Sebas. Meskipun awalnya memicu konflik, tujuannya adalah agar Shae tidak "buta" akan keadaan. Nadine (Ibu) menjalankan peran Silih Asah yang paling bijak. Dia tidak menghakimi Sebas, tapi memberikan "asah" (pemikiran) kepada Shae untuk tidak mengambil keputusan saat marah.
2. Silih Asih (Saling Mengasihi) Ini adalah inti dari hubungan Sebas dan Shae. Sebas akhirnya sadar di Adegan 11 bahwa "jabatan" (harta) tidak ada artinya dibanding kasih sayang tulus kepada Shae. Pelanggaran: Zeo (Abah Sebas) melanggar prinsip Silih Asih karena lebih mengutamakan ambisi (Avarice) daripada kasih sayang kepada anaknya dan sesama.
3. Silih Asuh (Saling Membimbing/Menjaga) Terlihat pada solidaritas teman-teman Sebas (Jolie, Jo G) di Adegan 8. Mereka tidak meninggalkan Sebas saat dia terpuruk, tapi justru "mengasuh" dengan cara mendengarkan kejujuran Sebas dan menegurnya bahwa tindakannya salah.


Apa itu Ditepungkeun?
β Penjelasan singkat: Ditepungkeun berasal dari kata "tepung" yang berarti bertemu. Dalam budaya Sunda, ini adalah proses di mana orang tua atau keluarga besar mempertemukan dua orang (laki-laki dan perempuan) dengan maksud agar mereka saling mengenal dan berlanjut ke jenjang pernikahan. Di masa lalu, praktiknya sering kali bersifat mengikat, namun saat ini lebih bersifat menjembatani perkenalan antara kedua belah pihak.
Kaitan dengan drama
Perjodohan antara Sebas dan Shae oleh Zeo (Abah Sebas) dilakukan bukan demi kebahagiaan anak, melainkan sebagai "jalur ordal" untuk menaikkan pangkat dan posisi Sebas di desa. Hal ini menunjukkan bagaimana sebuah budaya luhur (restu keluarga) bisa rusak ketika dicampur dengan keserakahan. Bukannya menyatukan keluarga dengan kasih sayang, perjodohan ini justru menjadi alat transaksi politik/jabatan. Budaya Ditepungkeun yang seharusnya dilakukan secara terbuka dan transparan, dalam drama ini menjadi bumerang karena Sebas merahasiakan motivasi ayahnya. Hal ini menyebabkan rusaknya kepercayaan antara Shae, Sebas, dan bahkan sahabat mereka, Gaby.

Algoritma Kegiatan
Pameran Seni








Tari Topeng Cirebon
Lukisan ini terinspirasi dari Tari Topeng Cirebon yang melambangkan perjalanan hidup manusia dari kesucian hingga kebijaksanaan. Perpaduan warna, hitam, merah dan biru merepresentasikan kemurnian, keteguhan, dan semangat hidup. Unsur Mega Mendung, angklung, dan Rumah Julang Ngapak memperkuat makna harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Proses Pembuatan
Merancang Ide Karya
Mencari inspirasi dari internet


Membuat Sketsa
β Membuat sketsa awal hingga menentukan sketsa final
Realisasi Karya
β Melukis di canvas & menambahkan mix media lainnya seperti clay, kain batik, dan karton bekas

Video Dokumentasi Pameran
Dokumentasi Proyek






















Video Proses
Video Perform
Algoritma Kegiatan
Gabriella Nadine
Membuat ide naskah, naskah drama, website, melody & chord pattern lagu buatan, bermain guitar pada lagu buatan dan lagu bebas, bermain bass pada lagu daerah, merekam video teaser IEP, mengedit/membuat teaser IEP, membuat proposal, jualan untuk mengumpulkan dana, membeli properti perlengkapan, membuat informasi isi website, dan membuat website.
Shaelynn Ferci
Membuat website, membuat skrip, menyanyi di lagu buatan dan daerah, mengumpulkan dana, membantu pembuatan teaser, menjadi cast dalam teaser, mencatat hal penting saat rapat, dan memasak untuk jualan.
Shannon Reinee
Membuat script baru, membuat barang dan makanan untuk pengumpulan dana, mencatat pendapatan dan pengeluaran dana, berjualan makanan, bermain bass pada lagu buatan dan lagu bebas, bermain gitar pada lagu daerah, membuat poster, dan membuat anggaran dana.
Janice Olivia
Membuat skrip teaser, menghitung anggaran pameran seni rupa, membeli bahan pameran seni rupa, mendekorasi ruangan pameran, memaku tiang untuk memajang karya, membantu mengecat, dan membuat dekorasi ruangan pameran.
Marcellina Mikaylea
Membuat skrip teaser, menghitung pengeluaran seni rupa sebagai bendahara, mendekorasi ruangan seni rupa, menempelkan karton, mencabut paku, membawa alat dan bahan seperti cat, kardus, kuas, serta membantu memaku dan menempel.
Nadine Tatiana
Membuat skrip drama, bermain piano pada lagu daerah, membuat poster, serta mencari dan membeli kostum.
Damarius Denilson
Membuat ide naskah, membuat naskah drama, membantu revisi skrip video teaser IEP, bermain drum pada lagu buatan, lagu bebas, dan lagu daerah, membuat lirik lagu buatan, jualan untuk mengumpulkan dana, membantu merekam teaser, dan membantu proposal.
Jolie Gabriella
Membuat script, bermain piano di lagu buatan dan bebas, mengumpulkan dana, serta membuat cookies.
Zeo Primsa
Membantu merekam simulasi saat dokumenter sudah pulang, membuat script, menjual dan mempromosikan makanan, serta mendokumentasikan latihan lagu.
Sebastian Shane
Membuat skrip, menyanyi lagu buatan, daerah, dan bebas, mengumpulkan dana, dokumentasi latihan, serta menjadi model di teaser.
Jonathan Ganis
Membuat script terutama bagian closing, memberi ide untuk alur cerita, mencari informasi untuk website, menjual saat bazaar untuk pengumpulan dana, dan print poster.
Samantha Marvella
Mendesain poster, mengatur layout ruangan pameran inti, membuat dekorasi bazar jualan, mendekorasi ruangan pameran seni rupa, menempelkan karton di jendela, melukis elemen dekorasi, memindahkan pilar, memasang kain, serta mengumpulkan alat, bahan, dan barang dekorasi pameran.
Nicky Natasha
Membuat skrip teaser, editing teaser, membuat produk dan jualan, menata kembali barang di ruang seni rupa, membuat dekorasi ruang seni rupa, menempelkan karton ke jendela, melukis, membawa alat dan bahan, memasang kain, serta menggunting hasil karya untuk dekorasi.
Richard Reinhart
Membuat skrip drama, jualan makanan untuk pengumpulan dana saat bazaar, print poster, dan foto dokumentasi awal.
Maxwell Bravo
Memaku tiang pameran, menutup jendela kelas dengan karton hitam, menjual makanan saat bazaar, menggunting hiasan untuk bazaar, mempromosikan barang dagangan kepada konsumen, print poster, dan memotong kardus setelah dilukis.